JIKA TIDAK ASLI, UANG ANDA KAMI KEMBALIKAN 100% | 0812-1532-3196 | Pin BB: D09CB79A

Awas, Lemak di Hati Bisa Menjadi Kanker

Lemak di hati yang berlebihan ternyata bisa berkembang menjadi kanker hati, terutama bila disertai peradangan, kata Prof DR dr Laurentus A. Lesmana. 

"Lemak di hati dulu dianggap sesuatu yang biasa (ringan). Tapi kini data menunjukkan kondisi ini bisa berkembang jadi sesuatu yang serius bila disertai peradangan. Bila disertai peradangan bisa menjadi sirosis (pengerasan hati) dan akhirnya bisa menjadi gagal hati atau kanker hati," ujar dokter dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi di Jakarta.


Lesmana mengatakan perjalanan menjadi kanker umumnya 40-60 persen terjadi setelah 5-7 tahun terjadi peradangan. Kemudian bila perlemakan hati disertai hepatitis B atau C dan sindrom metabolik, seperti diabetes atau hipertensi, kemungkinan menjadi gagal hati atau kanker hati menjadi lebih cepat.

Mereka yang mengalami perlemakan hati umumnya juga mengalami hipertensi, memiliki kadar gula yang tinggi, dan indeks massa tubuhnya di atas 25 (BMI di atas 25). Hanya, menurut Lesmana, tidak ada gejala umum yang tampak saat lemak di hati seseorang sudah berlebihan. Penderita baru menyadari kondisinya saat menjalani medical check-up.

 "Umumnya, dengan ultrasound, kita bisa melihat ada tidaknya perlemakan di hati," tuturnya. 

Dia menambahkan, pengobatan yang dianjurkan bagi mereka yang mengalami perlemakan hati ialah diet rendah lemak dan karbohidrat serta melakukan olahraga teratur, yakni 30 menit per hari. Namun bagi penderita yang juga mengalami sindrom metabolik, perlu diberikan terapi obat, pemeriksaan imaging berkala, dan MRI untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya sirosis.

 "Perlemakan hati perlu diterapi sedini mungkin secara teratur untuk mencegah komplikasi, seperti peradangan hati, sirosis hati, kegagalan hati, dan kanker hati," kata Lesmana.

Sumber: Tempo



@



0 komentar:

Poskan Komentar - Kembali ke Konten

Awas, Lemak di Hati Bisa Menjadi Kanker | Buah Merah | Buah Merah Papua