JIKA TIDAK ASLI, UANG ANDA KAMI KEMBALIKAN 100% | 0812-1532-3196 | Pin BB: D09CB79A

Biaya Pengobatan Kanker Mencapai 100 Juta/Bulan

Tidak bisa dipungkiri, pengobatan kanker masih sangat mahal dan tidak terjangkau bagi yang tidak punya jaminan kesehatan. Karena biayanya mencapai rata-rata Rp 100 juta/bulan, banyak yang akhirnya lari ke herbal sebagai alternatif. 



Artinya herbal tidak lagi dipakai sebagai komplemen atau pelengkap, melainkan benar-benar sebagai alternatif pengganti karena tidak sanggup membiayai pengobatan medis. Padahal dari sekian jenis herbal untuk kanker, belum banyak yang terbukti berkhasiat. 

Bisa dimaklumi, sebab pengobatan kanker secara medis untuk saat ini masih sangat mahal. Pasien miskin umumnya ditanggung oleh pemerintah dan yang kaya bisa membayar asuransi, sedangkan yang tidak kaya tetapi juga tidak cukup miskin terpaksa harus membiayai sendiri pengobatannya. 

"Rata-rata biaya yang dikeluarkan cukup besar, yaitu antara Rp 102-106 juta/bulan," Dr Ulfana Said Umar, Wakil Sekretaris Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Untuk sampai ke diagnosis awal saja, menurut Dr Ulfana biaya yang dibutuhkan sudah mencapai Rp 10 juta. Apabila kankernya bisa dioperasi, minimal dibutuhkan Rp 25-29 juta, lalu masih harus radiasi dan kemoterapi dengan biaya Rp 2-6 juta sekali terapi sebanyak rata-rata 6 kali terapi. 

Mahalnya biaya pengobatan kanker membuat sebagian orang harus pasrah karena tidak punya jaminan kesehatan. Akhirnya karena tidak punya pilihan, para pasien yang tidak kaya namun tidak cukup miskin untuk ditanggung pemerintah terpaksa lari ke herbal sebagai alternatif. 

Dr Ulfana mencontohkan dari 1.200 pasien leukemia atau kanker darah yang disantuni YKI, hanya 10-15 persen saja yang ditanggung oleh Jamkesmas dan 20 persen oleh Askes. Sekitar 60-75 persen harus bayar sendiri, padahal 70 persen dari angka tersebut termasuk kategori tidak mampu.



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

Biaya Pengobatan Kanker Mencapai 100 Juta/Bulan | Buah Merah | Buah Merah Papua